Sabtu, 19 November 2016

Disibolga aja juga PLTU labuan angin yaitu pembangkit listrik yang berbahan batu bara yang menjadi sumber listrik bagi masyarakat tapteng

PLTU Labuan angin

PLTU Labuan angin
Disepanjang laut tersebut, ada  beberapa Bagan, suatu kayu yang di susun untuk menjaring ikan secara tradisional pada malam hari. Cara menangkap ikan dengan metode ini cukup unik. Nelayan meletakkan lampu di atas Bagan yang bertujuan untuk menarik perhatian ikan untuk berenang ke dasar Bagan yang sebelumnya telah dihamparkan jaring. Ketika itulah nelayan menarik jaring yang telah dipenuhi ikan. Aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari sehingga ada beberapa Bagan yang didesain memiliki pondok di bagian atas sebagai tempat menginap nelayan.

Bagan
Bagan
Ada hal penting yang perlu Anda perhatikan jika ingin menunjuk sebuah objek. Masyarakat Sibolga menyarankan untuk tidak menggunakan jari telunjuk secara langsung, tetapi melipatnya seperti yang dilakukan oleh adik ini,melipat jari telunjuk bertujuan untuk menghormati "penghuni" yang mendiami pulau pulau

Melipat jari telunjuk saat menunjuk suatu objek bertujuan untuk menghormati “penghuni” yang mendiami pulau-pulau.

Selain objek wisata bahari, beberapa buah objek wisata peninggalan sejarah pun terdapat di kota ini dan turut melengkapi destinasi pariwisata Anda.
Tanggo Saratus
Pertama kali mendengar nama objek wisata sejarah ini yang terlintas pada pikiran wisatawan adalah jumlah anak tangga ini ada 100 buah. Namun ternyata tidak, karena Tanggo Saratus ini hanyalah sebuah nama. Sebenarnya objek wisata ini memiliki anak tangga yang jumlahnya 293 buah dan tangga tersebut dibangun dari kawasan dataran rendah menuju perbukitan yang terdapat di atas. Namun, sayangnya hanya beberapa orang saja yang mengetahui bahwa objek wisata Tangga Seratus ini merupakan sebuah bangunan yang mengandung nilai sejarah tinggi yang dibangun pada masa kependudukan dan pemerintahan Belanda di Indonesia, sebab kota Sibolga sendiri pada waktu itu merupakan sebuah kawasan penting karena letaknya tepat di pesisir pantai sehingga memudahkan akses jalur pelayaran yang memasuki kawasan tersebut.

Cukup menarik. Anda dapat berwisata sekaligus berolahraga. via jalan2.com
Cukup menarik. Anda dapat berwisata sekaligus berolahraga. pic: jalan2.com
Kaya benteng sejarah
Sibolga memiliki beberapa benteng-benteng sejarah yang hingga saat ini belum terungkap kapan dibangun dan untuk apa benteng tersebut dipergunakan. Beberapa pintu gua terdapat di Bukit Pemancar TVRI, benteng di bukit Ketapang, benteng di Jalan Kenanga, Sibolga Julu, Tanggo Saratus, Ujung Sibolga, Sikaje-kaje, Sihopo-hopo, dan benteng lainnya yang dibangun di kaki-kaki bukit serta di atas bukit.
ada juga wisata perbukitan yang ada di sibolga yaitu
Tor Simarbarimbing
Bagi pencinta wisata pegunungan terutama aktifitas hiking, bukit Simarbarimbing bisa menjadi salah satu tujuan menarik. Pada puncak bukit ini, Anda dapat menikmati indahnya pemandangan Teluk Tapian Nauli. Kita dapat beristirahat di gajebo (sejenis pondok) yang telah tersedia di puncak bukit ini sambil menghirup udara segar yang segar dan alami.
  • Bukit Simarbarimbing via archive.kaskus.co.id/thread/6437049/0#11
via ou10sibolga.blogspot.com

Jumat, 11 November 2016


 Image result for sejarah kota sibolga

Kota Sibolga dahulunya merupakan Bandar kecil di Teluk Tapian Nauli dan terletak di Poncan Ketek. Pulau kecil ini letaknya tidak jauh dari kota Sibolga yang sekarang ini. Diperkirakan Bandar tersebut berdiri sekitar abad delapan belas dan sebagai penguasa adalah “Datuk Bandar”.




Kemudian pada zaman pemerintahan kolonial Belanda, pada abad sembilan belas didirikan Bandar Baru yaitu Kota Sibolga yang sekarang, karena Bandar di Pulau Poncan Ketek dianggap tidak akan dapat berkembang. Disamping pulaunya terlalu kecil juga tidak memungkinkan menjadi Kota Pelabuhan yang fungsinya bukan saja sebagai tempat bongkar muat barang tetapi juga akan berkembang sebagai Kota Perdagangan. Akhirnya Bandar Pulau Poncan Ketek mati bahkan bekas-bekasnya pun tidak terlihat saat ini. Sebaliknya Bandar Baru yaitu Kota Sibolga yang sekarang berkembang pesat menjadi Kota Pelabuhan dan Perdagangan.


Pada zaman awal kemerdekaan Republik Indonesia Kota Sibolga menjadi ibukota Keresidenan Tapanuli di bawah pimpinan seorang Residen dan membawahi beberapa “Luka atau Bupati”. Pada zaman revolusi fisik Sibolga juga menjadi tempat kedudukan Gubernur Militer Wilayah Tapanuli dan Sumatera Timur Bagian Selatan, kemudian dengan dikeluarkannya surat keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 102 Tanggal 17 Mei 1946, Sibolga menjadi Daerah Otonom tingkat “D” yang luas wilayahnya ditetapkan dengan Surat Keputusan Residen Tapanuli Nomor: 999 tanggal 19 November 1946 yaitu Daerah Kota Sibolga yang sekarang. Sedang desa-desa sekitarnya yang sebelumnya masuk wilayah Sibolga On Omne Landen menjadi atau masuk Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1956 Sibolga ditetapkan menjadi Daerah Swatantra Tingkat II dengan nama Kotapraja Sibolga yang dipimpin oleh seorang Walikota dan daerah wilayahnya sama dengan Surat Keputusan Residen Tapanuli Nomor: 999 tanggal 19 November 1946.

Selanjutnya dengan Undang-Undang Nomor: 18 tahun 1956 Daerah Swatantra Tingkat II Kotapraja Sibolga diganti sebutannya menjadi Daerah Tingkat II Kota Sibolga yang pengaturannya selanjutnya ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah yang dipimpin oleh Walikota sebagai Kepala Daerah. Kemudian hingga sekarang Sibolga merupakan Daerah Otonom Tingkat II yang dipimpin oleh Walikota Kepala Daerah.

Kemudian dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor: 19 Tahun 1979 tentang pola dasar Pembangunan Daerah Sumatera Utara, Sibolga ditetapkan Pusat Pembangunan Wilayah I Pantai Barat Sumatera Utara. Perkembangan terakhir yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Daerah Nomor: 4 Tahun 2001, tentang Pembentukan Organisasi Kantor Kecamatan, Sibolga dibagi menjadi 4 (empat) Kecamatan, yaitu: Kecamatan Sibolga Utara, Kecamatan Sibolga Kota, Kecamatan Sibolga Selatan, dan Kecamatan Sibolga Sambas