Menggunakan angka
seratus sebenarnya tidak benar-benar menyatakan bahwa anak tangganya
tepat seratus. Awalnya jumlah anak tangganya sekitar 300. Lebih detail
ada yang mengatakan tepat 298 anak tangga,
namun pada awal tahun 2000-an dilakukan renovasi dengan menambah
panjang, tinggi dan lika-liku Tangga Seratus ini. Tentunya semakin
seru karena langkah kaki semakin menjulang ke atas punggung bukit.
Bagi yang suka daki-mendaki tangga, tidak salah menjajal tantangan
ini. Namun pastikan pengaturan nafas dan kaki yang benar-benar siap.
Karena bisa dipastikan jika telah maju tidak mungkin mundur lagi.
Siap...
Tangga Seratus merupakan peninggalan sejak zaman kolonial Belanda.
Sebenarnya cukup banyak peninggalan-peninggalan sejenis, namun ukurannya
kecil dan tidak terlalu terawat. Tinggi ke 298 anak tangga sekitar
100-an meter. Ini yang benar-benar bawaan dari sononya. Sehingga tidak
heran hampir tidak ditemukan kerusakan pada anak-anak tangganya. Kuat
sekali meski telah berumur lebih dari 100 tahun. Berbeda dengan
anak-anak tangga yang ditambah, masih berumur setahun dua tahun sudah
mengalami kerusakan parah.
Apa saja yang bisa
dinikmati di tempat ini? Sebelum direnovasi memang tidak terlalu
banyak yang bisa dinikmati selain wujud aslinya. Kini, sudah jauh
lebih baik. Pada beberapa level tinggi sudah ada pemberhentian (checkpoint)
dengan
tata yang nyaman untuk duduk santai dan memandang kota dan jauh ke laut
lepas. Pada salah satu level puncak juga terdapat benteng peninggalan
Belanda, gua, penjara dan saluran air. Sayang, aksesnya sangat
dibatasi. Bahkan belum pernah ada ilmuwan yang secara khusus meneliti
dan mengobservasi tempat ini dengan mendalam. Tertarik?
Masyarakat setempat biasa berolahraga dengan menaiki tangga ini.
Manfaatnya sangat terasa. Meski berada di tengah kota, kualitas udara
tetap sangat baik. Tidak jarang atlet lokal juga memanfaatkan fasilitas
ini untuk mengasah kemampuan fisiknya.
![]() |
| View saat di Puncak |
![]() |
| City and Sea View |
Terus melangkah hingga
ke puncak tertinggi mata akan dimanjakan dengan hutan yang masih
cukup lebat di sisi kiri dan kanan. Kita tidak akan menyangka sedang
berada pada posisi yang jauh di atas permukaan laut.
Akhir dari perjalanan
kita dapat memandang lebih jauh ke tengah samudera. Panorama alam,
pulau-pulau di Teluk Sibolga atau Teluk Tapian Nauli, mengamati jalanan
serta tata ruang kota. Just check this one out!
Sebagai informasi, setelah menaiki tangga ini boleh memilih ingin turun
dari tempat yang sama atau dari sisi sebelah lagi. Pasca penambahan
fasilitas sudah lebih variatif. Termasuk rute turun. Aku lebih
merekomendasikan turun dari jalan yang tidak sama. Sekalian jelajahi
semua.
![]() |
| Tampak dari Tengah Laut |
Pintu masuk objek wisata Tangga Seratus terletak tepat di persimpangan Jalan Brigjen Katamso dengan Jalan Sisingamangaraja. So easy. Selanjutnya, Enjoy the Show.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar